Nilai – Nilai Pendidikan Dalam Lontar Whraspati Tattwa

Pengertian pendidikan agama Hindu menurut hasil Seminar Kesatuan Tafsir tentang aspek – aspek agama Hindu dapat dibedakan menjadi dua, yakni pendidikan agama Hindu di Sekolah dan pendidikan agama Hindu di luar sekolah. Pendidikan agama Hindu diluar sekolah merupakan suatu upaya untuk membina pertumbuhan jiwa masyarakat dengan ajaran agama Hindu itu sendiri sebagai pokok materi, ”Sedangkan pendidikan agama Hindu di sekolah ialah suatu upaya untuk membina pertumbuhan jiwa raga anak didik sesuai dengan ajaran agama Hindu” (Parisada Hindu Dharma Pusat, 1985 – 1986b: 23 – 24).

Pendidikan Hindu sangat menunjang tujuan pendidikan nasional yaitu pembangunan sepiritual umat Hindu khususnya sehingga tercapainya kerukunan antar umat beragama.

Sebagai mahluk sosial, manusia tidak bisa hidup menyendiri maka itu manusia hidup berkelompok, Membentuk masyarakat dan bernegara. Demikian pula halnya masyarakat Indonesia hidup bernegara yang berdasarkan Pancasila dan setiap warga Negara Indonesia harus hidup dengan memeluk agama tertentu yang di akui di Indonesia. Nilai – nilai agama hanya dapat di lakukan dengan proses pendidikan. Jadi Agama dengan pendidikan tidak bisa terlepaskan dalam kehidupan ini. Manusia juga di sebut dengan mahluk pribadi karena perbedaan pada penampilan fisik,bakat, minat, dan kemampuan.manusia berhubungan erat dengan pendidikan, karena manusia perlu dididik dan swaktu – waktu dapat ditunjukan dengan mendidik, maka dari itu manusia juga di sebut mahluk yang harus mendapat pendidikan. Pentingnya pendidikan atau pentingnya ilmu pengetahuan banyak diuraikan di dalam pustaka suci seperti Bhagawadghita, Sarasamuscaya, Rg. Weda dan di dalam beberapa pustaka Upanisad yang merupakan uraian ilmu tentang Weda. Dan Weda merupakan kumpulan bentuk dari ilmu pengetahuan. Weda secara etimologi berasal dari urat kata “Vid”(Sansekerta) yang berarti tahu,Pengetahuan atau terang. Sedangkan Upanisad berarti duduk di bawah dekat guru mendengarkan ajaran – ajaran suci kerohanian.

Keyakinan dalam agama Hindu, bahwa setiap orang yang lahir ke dunia ini memang perlu untuk dididik. Hal ini dapat dilihat dengan adanya pendidikan sebelum lahir, yakni yang diwujudkan dalam simbolis upacara “Magedong – gedong”, dan pelaksanaan sehari – hari pendidikan sebelum lahir diwujudkan lewat prilaku orang tua, yakni yang menekankan pada pengendalian diri.

Selain itu dalam agama Hindu dikenal sebuah tradisi yang disebut “Samakara” yang mengandung arti pembersihan dan lain sebagainya. (C. Pudja, KA.SH., 1983 : 31). Samskara ini berasal dari kata ‘Samkraghan’ yang dapat diterjemahkan dengan pendidikan. Samakara ini dapat diwujudkan dengan sebuah upacara misalnya upacara kepus pungsed,upacara satu bulan tuju hari(tujuh bulanan),otonan, potong gigi,sampai upacara pernikahan.

# PENGERTIAN WRHTASPATI TATWA

Wrhaspati Tattwa berasal dari kata “whraspati” dak “Tattwa”, menurut beberapa sumber mengenai pengertian Wrhaspati adalah :

  1. Wrhaspati “ berarti nama hari yaitu hari yang ke lima dari Pancawara ( Radite, Soma, Anggara, Buda, Wrhaspati, Sukra, Saniscara),”Dinas Pengajaran Propinsi Dati I Bali, tt :36-76”

  2. Nama seorang Bhagawan di Sorga, Hal ini terdapat dalam Wrhaspati Tattwa Seloka 1 yang berbunyi sebagai berikut :

Irikang kala bana sira wiku ring swarga Bhagawad Whraspati ngaran ira sira ta maso mapuja di Bhatara.

Arti :

Pada saat itu ada seorang petapa di sorga bernama Whraspati, Ia dating dan memuja Hyang Iswara.

Selanjutnya adalah arti kata Tattwa adalah sebagai berikut :

  1. Di dalam buku bersumber Tattwa Darsana menyebutkan bahwa tattwa itu berarti “Kebenaran itu sendiri” (I Gede Sura, tt : 24).

  2. Tat – twa (itulah)intisari,kebenaran alam, kebenaran realitas

Berdasarkan beberapa pengertian tattwa di atas dapat di simpulkan bahwa tattwa itu adalah kebenaran mutlak tentang ke-Tuhanan/Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Tattwa adalah salah satu sumber ajaran agama Hindu,oleh karena itu tak terlepas dari Weda.

Jadi dengan telah didapatnya masing – masing dari uraian Wrhaspati dan Tattwa dapatlah disimpulkan bahwa Wrhaspati Tattwa berarti ajaran kebenaran / hakekat kebenaran Dharma dari Bhagawan Wraspati. Ajarannya ini diterjemahkan dalam 74 seloka berbahasa Sansekerta yang di terjemahkan ke dalam bahasa Jawa Kuno.Wrhaspati Tattwa mwrupakan naskah jawa kuno yang bersifat realistis.Di dalam menyajikan ajarannya dirangkum dalam suatu mitologi yang tujuannya untuk dipermudah ajaran itu dimengerti. Mengingat ajaran filsfat / Tattwa yang tinggi seperti ini memang sulit untuk dimengerti.

Wrhaspati Tattwa sebagai ajaran untuk Umat Hindu di Bali memuat ajaran Yoga yang disebut dengan Sadanggayoga. Tahapan – tahapan dari Sadanggayoga yang tradisi dari Prathyahara, Dhyana, Pranayama, Dharana, Tarka, dan Samadi, Yoga ini di ambil dari ajaran Yoga di India, yang disebut Astangga Yoga. Sedangkan tahapan awal dari Astangga Yoga yaitu Yama dan Nyamasesungguhnya juga terdapat di dalam Wrhaspati Tattwa yang di sebut dengan Dasa Sila. Yama dan Nyama atau Dasa Sila dalam Wraspati Tattwa tidak disebutkan kedalam tingkatan Yoga. Hal ini dilatarbelakangi oleh konsep berpikir Umat Hindu di Bali bahwa Dasa sila yang merupakan pengendalian diri terhadap pertama(Panca Yama Bratha) dan pengendalian diri terhadap kedua (Panca Nyama Bratha) tidak mesti dilaksanakan oleh orang yang melaksanakan Yoga, tetapi oleh setiap penganut agama Hindu. Itulah sebabnya Wrhaspati Tattwa dimuliakan diBali.

Dalam Wrhaspati Tattwa Tuhan disebut Parama Siwa atau Iswara. Beliau Esa (Tunggal) adanya. Beliau Sadhu Sakti atau memiliki delapan sifat kemahakuasaan beliau yang disebut Astaiswarya. Sifat kemahakuasaan Beliau ini dilambangkan dengan bunga teratai yang berdaun delapan yang disebut dengan Padmasana. Padmasana dianggap sebagai tempat pemujaan Hyang Widhi (Brahman ,Parama Siwa atau Iswara) yang ada pada setiap Pura di Bali. Bunga Teratai yang berdaun delapan melambangkan delapan penjuru mata angina yang masing – masing kiblat ini di kuasai oleh Dewa. Diantara para Dewa itu ada disebut dengan Dewa Nawa Sanga. Kata Dewa Nawa Sanga ini berasal dari kata Dewata yang berarti dewa – dewa, Sanga berarti sembilan dan berarti Tinggi.

Pulau Bali bagaikan bunga teratai yang kedelapan penjuru mata angin dan satu di tengah – tengah yang merupakan pusatnya berdiri pura yang merupakan pura Kahyangan Jagat. Pura Khayangan Jagat ini berdiri dari delapan pura yang masing – masing ditepati oleh Dewa yang merupakan perwujudan dari Ida Sang Hyang Widhi Wasa.

Adapun Pura yang dimaksud adalah sebagai berikut :

No

Nama
Pura

Dewa

Letak

1

Pura Lempuyang

Dewa Iswara

Tinur

2

Pura Andakasa

Dewa Brahma

Selatan

3

Pura Batukaru

Dewa Mahadewa

Barat

4

Pura Batur Ulun Danu

Dewa Wisnu

Utara

5

Pura Gua lawah

Dewa Maheswara

Tenggara

6

Pura Ulu Watu

Dewa Rudra

Barat

7

Pura Bukit
Pangelongan

Dewa Sangkara

Baratlaut

8

Pura Besakih

Dewa Sambhu

Timurlaut

Pura Besakih sebagai pura suci pusat semua pura Kahyangan Agung Penyungsung Jagat di Bali. Disamping sebagai tempat Dewa Sambu juga sebagai tempat Dewa Siwa (Upanisad,1978 : 48).

Adapun fungsi Khayanga ini yang terletak di seluruh penjuru ini, sebagian perlambang untuk menjaga keseimbangan alam semesta ini.

Sumber : I Wayan Polih ,TS _72

Universitas Hindu Dharma -1983

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


%d blogger menyukai ini: